Selasa, 26 Mei 2020

Mejaqq - Prosesi pemakaman driver ojek online (ojol) dengan protap Corona di Surabaya sempat viral di aplikasi percakapan. Video itu viral karena rekan-rekan almarhum nekat mendekat saat jenazah dimakamkan.


Video berdurasi 1.55 menit itu memperlihatkan petugas pemakaman dengan menggunakan hazmat sedang memasukan peti jenazah ke liang lahat. Saat petugas memasukan peti jenazah, beberapa orang berpakaian driver ojol mencoba mendekat dan merekam menggunakan ponsel masing-masing. Petugas pun mencoba menghalau mereka agar tidak mendekati areal pemakaman.

"Tolong ya mas nggih," kata salah seorang petugas dengan gestur tangan meminta para ojol menjauh.

"Eh mas rodok mundur, engkok-engkok ae (Eh sas agak mundur, nanti-nanti aja)," imbau petugas pemakaman yang lain.

Setelah peti jenazah dimasukkan ke liang lahat. Petugas kemudian melakukan penyemprotan disinfektan. Video tersebut juga merekam para driver ojol dan menanyakan kepada mereka apakah takut atau tidak.

"Kalian takut?, Nggak-nggak takut. Kita nggak takut bro," kata sejumlah driver ojol seperti dalam video viral tersebut.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitiya Prajantara mengatakan video yang beredar tersebut terjadi di pemakaman Keputih, Surabaya.

"Iya benar, itu sudah lama, satu bulan lalu, antara tanggal 10 hingga tanggal 13 April lalu, sebelum PSBB," kata Febri saat dikonfirmasi Info Dunia, Selasa (26/5/2020).

Febri mengatakan petugas pemakaman di Keputih tidak mengetahui yang meninggal apakah terkonfirmasi positif Corona atau tidak. Yang pasti, proses pemakaman tersebut dilakukan sesuai protokol COVID-19.

"Dari petugas (pemakaman) tidak mengetahui jika itu COVID-19 atau tidak. Namun pemakaman dilakukan sesuai protokol COVID-19. Dari petugas sendiri sudah melarang dan menghalau untuk tidak mendekat ke areal pemakaman," ungkap Febri.

Febri menambahkan pihaknya sudah melaporkan ke pihak pengelola ojol untuk menegur mereka yang berada dekat dengan proses pemakaman dengan protap COVID-19.

"Petugas sudah berupaya menahan (agar tidak mendekat), tapi mereka tetap memaksa. Sedangkan teman-teman (petugas pemakaman) harus bekerja cepat," tandas Febri.BandarQ Online

Satu video lain yang beredar adalah pengakuan dari keluarga almarhum. Pengakuan itu diwakili oleh salah satu rekan almarhum yang berbicara di samping para keluarga almarhum. Keluarga mengatakan bahwa almarhum meninggal bukan karana COVID-19 meski pemakamannya menggunakan protap COVID-19.

"Untuk almarhum tidak terkena COVID. Itu keluarganya yang sedang menanti pemakaman. Sekali lagi ini bukan COVID tapi jantung. Driver Grab dan Gojek, umurnya 44 tahun, terima kasih," ujar rekan almarhum.

MEJAQQ: AGEN JUDI POKER DOMINOQQ BANDARQ ONLINE TERBESAR DI ASIA
Bermain 9 Permainan Hanya Dalam 1 Akun
Dengan Ratting Kemenangan Tinggi
Dan Bonus yang Luar Biasa Disediakan Kepada Membernya
Untuk Informasi Lebih Lanjut Bisa Langsung Menghubungi Kontak
yang Disediakan Dibawah Ini
WA 1 : +855975482150
WA 2 : +855977507271
LINE : Mejaqq_official

Link Resmi / LiveChat : www.mejalucky.com

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive

BREAKING NEWS :
Loading...